posting

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

Pilihan Allah


*      Jika menentukan bentuk fisik kita saja tidak bisa, apalagi menentukan takdir kita. Hanya Allahlah yang berhak menentukan kelahiran manusia, lingkungannya, keluarganya, serta pengalaman yang akan ia dapatkan dalam hidupnya. Allah pulalah yang mengilhami kita kebijakan dan kebaikan.
Iman kita bahkan tidak bergantung pada karakter kita sendiri. Allah pulalah Yang Maha Esa yang memberikan kita keimanan. Dialah yang mengarahkan, mengajarkan, dan melatih, sebagaimana jawaban Musa a.s. atas pertanyaan Firaun, “Musa berkata, ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.’” (Thaahaa: 50)
Karena itu, orang beriman adalah orang-orang yang dipilih oleh kemurahan Allah, “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka....” (al-Qashash: 68)

Orang-orang yang masuk neraka adalah mereka yang pantas menerimanya karena mereka menentang Allah Yang telah menciptakan diri mereka. Dengan kemurkaan Alah, mereka menerima apa yang pantas bagi mereka. Hal ini sebagaimana orang-orang yang mengharapkan surga, dengan disertai usaha-usaha untuk mensyukuri rahmat dan karunia-Nya, Allah swt. melimpahkan kemurahan dan rahmat-Nya.
Orang-orang beriman harus bersyukur telah dipilih Allah dan harus berterima kasih serta memuji Allah dengan segenap jiwa untuk semua yang telah Dia berikan kepada mereka dengan kemurahan-Nya. Mereka harus menghargai karena mereka terpilih di antara jutaan orang dan karena mereka adalah hamba-hamba yang dirahmati Allah, dipilih dan dijauhkan dari kaum yang menghadapi kehancuran. Semua tingkah laku orang beriman harus mencerminkan penghormatan terhadap hak istimewa ini. Allah menggambarkan orang-orang yang menghadapi keruntuhan,

“Demi masa. Sesungguhnya, manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr: 1-3)

Adakah penghormatan yang lebih tinggi daripada diselamatkan dan dimuliakan oleh Tuhan seluruh alam?


HARUN YAHYA-KEBERADAAN ALLAH
http://images.multiply.com/common/smiles/email.png
http://rirismanis.multiply.com/journal/item/26
READ MORE - Pilihan Allah

Minggu, 19 Juni 2011

19 Keistimewaan Wanita




1. Doa wanita itu lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki. Ketika ditanya kepada Rasulullah SAW akan hal tersebut, jawab baginda , ” Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.”
2. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 1000 lelaki yang soleh.

3. Barangsiapa yang menggembirakan anak perempuannya, darajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah. Dan orang yg takutkan Allah SWT akn diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.
4. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.
5. Barangsiapa membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu diberikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendakla h mendahulukan anak perempuan daripada anak lelaki. Maka barangsiapa yang menyukakan anak perempuan seolah-olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail.
6. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.
7. Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.
8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu.
9. Daripada Aisyah r.a.” Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.
10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pun pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.
11. Wanita yang taat pada suaminya, maka semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjaga sholat dan puasanya.
12. Aisyah r.a berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?” Jawab Rasulullah SAW “Suaminya.” ” Siapa pula berhak terhadap lelaki?” Jawab Rasulullah SAW, “Ibunya.”
13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta kepada suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki.
14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga terlebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).
15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.
16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah.
17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia dari dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya
18. Apabila telah lahir anak lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.
19. Apabila semalaman seorang ibu tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT
READ MORE - 19 Keistimewaan Wanita

Minggu, 13 Maret 2011

"JILBABku"


Dengan jilbab seharusnya kita mampu menjadi pribadi yang SMART

Seimbang, yaitu menjaga tiga potensi diri(akal, fisik dan hati) secara seimbang melalui proses tarbiyah(pembinaan keislaman) karena tarbiyah dapat melahirkan pribadi yang cerdas dan hati yang sehat. Ketika hati sehat, maka akn melahirkan ide-ide perubahan dan perbaikan yang kreatif dan inovatif yang berorientsi pada ALLAH saja, bukam yang lain.
Mandiri, alias menjadi pribadi yang tangguh dan tidak tergantung kepada orang lain , dapat membawa diri dalam kondisi apapun dan dimanapun, dan dapat memberikan warna perbaikan dimanapun dan kapanpun kita berada.
Agresif, selalu menjadi pelopor perubahan, berani memulai, dan senantiasa berinisiatif memberikan manfaat kepada orang lain.
Religius, tetap menjaga kesehatan hati dengan upaya-upaya menghidupkan hati karena sesungguhnya hati menjadi pusat pengambilan keputusan yang besar. Menjadi muslimah yang religious idealnya akan terus meningkatkan pemahaman juga pengalaman ilmunya.
Teguh, dalam berprinsipdengan menetukan visi, misi, serta aksi dirinya sendiri yang melahirkan prestasi yang sangat luar biasa. Teguh akn godaan yang banyak melenakan diri.
Created by as_syam
READ MORE - "JILBABku"